![]() |
| kampungtki.com |
Ada yang tau dua kata dalam tanda petik di atas? Peribahasa? Bukan! Itu adalah dua judul sinetron tahun 90an (saya lupa pastinya,tapi kalau tidak salah booming jaman saya SD). Judul pertama dibintangi oleh Gunawan dan Raslina Rasidin, sedangkan judul kedua dibintangi Desi Ratnasari dan Elma Theana. Nggak kenal?? Berarti kamu yang baca kemudaan :D
Dua judul di atas merupakan sinetron kesukaan semua umat pada jamannya. Ditunggu jam tayangnya, karena tidak diputar 7xseminggu, alias setiap hari. Diresapi makna ceritanya karena ada pesan di dalamnya. Kenapa saya tiba-tiba membicarakan sinetron?? (sepertinya blog ini akan sangat random nantinya,hahaha)
Alasan saya membahas sinetron tidak lain dan tidak bukan adalah kejenuhan saya, kalau tidak bisa dibilang muak, dengan tayangan sinetron jaman sekarang. Sebagai lajang yang tinggal dengan orang tua (jiiaahh,istilahnya euy) televisi adalah pusat gravitasi berkumpulnya keluarga, terutama malam hari. Dan berhubung saudara saya satu-satunya adalah seorang bujang palala, maka otomatis saya lah yang hampir setiap malam menemani ama dan amak menonton tv (baca:sinetron) setiap malam. Sungguh suatu rasa yang sulit diungkapkan saudara-saudara!
Sinetron jaman sekarang, menurut hemat saya, tidak menyuguhkan apa-apa. Tidak ada cerita yang menarik, tidak ada kualitas akting yang membuai. Saya memang bukanlah seorang pengamat seni peran untuk menilai kualitas seorang aktris atau aktor, juga bukan seorang yang kompeten untuk menilai skenario yang telah dipersiapkan utk beratus-ratus episode. Namun, apabila penonton merasa tontonan tersebut tidak lagi menghibur atau menyuguhkan sesuatu yang menarik, bukan kah berarti ada yang salah dengan suguhannya???
Cerita sinetron jaman berputar dalam tiga topik. Pertama, laki-laki/perempuan kalangan bawah ketemu jodoh yang kebetulan dari kalangan atas, maka timbul lah mantan tunangan yang benci setengah mati atau keluarga yang menentang habis-habisan. Kedua, kisah cinta indah yang tak terbayangkan tapi tiba-tiba saja amburadul karena ada orang ketiga yang muncul bagai netes dari kran,eh! Lalu terjadi lah dramatisasi dalam artian sebenarnya (untuk rincinya sekali-sekali silahkan tonton ya teman-teman,kalau mau ditulisin bakal paaaaaannnjaaaaaaannngggg). Dan yang ketiga adalah, ini yang paling tren sekarang, adalah anak yang tertukar, lalu tertukar lagi, eh lalu tertukar lagi deh. Lieur, kata orang Sunda.
Singkat kata singkat cerita, sinetron sekarang penuh dengan air mata (yang mengalir bagai air kran tapi hebatnya mata si aktris tidak pernah bengkak), lalu tatapan sinis ala tante-tante judes yang perlu latihan maksimal agar bisa meniru alis yang terangkat sebelah. Dan tidal lupa, timbul lah seribu satu muslihat dan tipu daya untuk menganiaya tokoh utama dalam cerita.
Di titik ini lah saya merindukan cerita-cerita keluarga yang diangkat ke dalam skenario sinetron jaman 90an. Ada kisah perjuangan seorang janda dalam menjalani hidup. Susahnya membesarkan anak, segala label negatif yang melekat pada status janda. Intinya, berusaha hidup dan bangkit secara manusiawi.
Lalu ada kisah rumah tangga yang pecah karena campur tangan mertua. Bagaiman anak menjadi korban perceraian orang tua. Dan bagaimana mereka dengan cinta tulus dan polosnya tingkah anak-anak berusaha menyatukan orang tua mereka kembali. Menyentuh dan menyentak. Dan tidak lupa, ada keluarga Si Doel dan keluarga Cemara yang mencoba menunjukkan apa itu keluarga dan permasalahannya.
Pokoknya, tidak ada itu cerita yang mengada-ada. Yang walaupun jadi orang miskin tapi tetap pakai bulu mata palsu.
#psst, beda lagi lho kalau sinetron korea ;) kapan-kapan dibahas
Kalau kamu, suka nonton apa?

kalau saya jarang nonton sinetron...
ReplyDeletepaling seringnya nonton FTV di Mivo TV sambil kerja... ha..ha..ha..
tapi, FTV2nya pun emang g'da yg mengena di hati... dan kalau dipikir2, mungkin cerita cinta saya lebih menarik dari pada cerita cinta yg mereka suguhkan.... kwkwkwkwkwk....
My own family won't have a television set in their living room later, unless for watching movies... Hehehehe
ReplyDelete@nila: hahahaha..cerita cinta jeng Nila memang nggak ada yang ngalahin
ReplyDelete@riswan: I note that! ;)