Wednesday, March 14, 2012

Hari Melelahkan Sedunia

Saya capek, and I mean it. Mengikuti rapat dinas bukan lah kegiatan favorit saya (memang ada ya yang suka???) Walaupun masih terhitung sebagai tenaga honorer, saya dan beberapa teman lain yang berusia muda (24-35th) sering ditugasi untuk hal-hal resmi seperti rapat atau pelatihan. Tapi kita-kita sudah paham bin maklum,karena ini lah resiko bekerja di mana sebagian besar rekan kerja (dalam hal ini guru) pantasnya dipanggil "kakek" bukan "bapak". 

Maka dimulailah petualangan saya mengikuti acara tersebut. Diawali dengan mengendarai motor sejauh lebih kurang 20km ke tempat tujuan di pagi yang dingin. Pantat rasanya tepos karena terlalu lama duduk di atas motor. Lalu siksaan untuk daerah pantat terus berlanjut dengan duduk selama 7 jam (diselingi istirahat 2 jam) mendengarkan segala macam petuah. Ditambah dengan hawa panas akibat sempitnya ruangan yang dipakai.  Lalu berkendara lagi pulang dengan jarak tempuh yang tentu saja tidak berkurang. 

Saya memang ingin menurunkan berat badann. Tapi kalau diawali oleh bagian pantat sepertinya kurang indah jadinya.
Saya capek, memikirkan besok pagi harus ke sana lagi :(

Thursday, March 1, 2012

Kebarat-baratan #FAIL

Pada suatu malam (magrib tepatnya), saya dan si pacar baru saja selesai menyelamatkan kampung tengah (baca: perut) dari amukan masuk angin. Kita makan soto Padang di daerah Siteba. Selesai makan, kami lalu pulang dengan sepeda motor milik sang pacar. Salah satu romantika jalan-jalan memakai sepeda motor adalah bisa leluasa melihat hal-hal unik sepanjang jalan. Sebenarnya pakai mobil juga leluasa sih tapi berhubung belum punya maka motor merah itu layak dapat sanjungan setinggi-tingginya :D

Lalu tidak berapa jauh dari warung soto, mata kami menangkap suatu tulisan biasa dengan makna sangat luar biasa (anehnya). Tulisannya "**** Parfum. "International Fragrance" (tanda bintang bukan untuk menyembunyikan nama toko namun karena lupa). Lalu si pacar membuka suara,

"International fragrance itu kayak apa ya?"

Karena saya tidak punya gambaran sama sekali maka saya pun menjawab seadanya.

"Mungkin semacam nama parfum non-alkohol yang pakai nama artis-artis luar itu, seperti J-lo, Britney, dan sebangsanya".

Setelah menjawab, kami pun...beli??? Salah! Kami ngakak!!!

Entah kenapa, frasa International Fragrance itu terasa sangat "kacau". Karena jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia maka kalimat itu akan bermakna "aroma internasional". Lalu seperti apa kah aroma internasional itu saudara-saudara??

Sebenarnya kita paham kok, aroma yang dimaksud adalah KW nya dari parfum-parfum mahal bin muahal seperti Hugo Boss, Bulgari, cK dll (walaupun tidak yakin apakah aromanya benar-benar Kw). Tapi kenapa pakai kata "international fragrance"? Kenapa tidak parfum KW saja seperti tas-tas yang sedang menggila itu??

Selain menimbulkan makna yang aneh di telinga, kata tersebut juga akan menimbulkan satu anak kata baru yang akan lebih ruwet lagi. Yaitu  lawan katanya: "local fragrance". Bingung pasti mau mendeskripsikan aroma lokal seperti apa :P

Nah lho.. Kalau yang international pake nama J-lo atau Dior, kita mau pakai nama siapa? Ayu Ting-Ting?? Anang&Ashanty (keren juga sih bisa disingkat AA, tapi takutnya malah disangka baterai jenis baru, atau singkatan nama mantan ketua KPK). Sebenarnya ada kok parfum lokal yang sudah go international, seperti yang diproduksi Olla Ramlan (mereknya lupa), tapi tetap saja kan tidak bisa diberi embel-embel "local fragrance"?

Betul, kalau itu semua adalah salah satu cara menarik minat pembeli, karena katanya yang berbau kebarat-baratan itu diminati banyak orang. Namun, alangkah baiknya kita perhatikan juga tata bahasa yang digunakan. Mbok ya jangan dibikin ruwet gitu lho..