
Pada suatu malam (magrib tepatnya), saya dan si pacar baru saja selesai menyelamatkan kampung tengah (baca: perut) dari amukan masuk angin. Kita makan soto Padang di daerah Siteba. Selesai makan, kami lalu pulang dengan sepeda motor milik sang pacar. Salah satu romantika jalan-jalan memakai sepeda motor adalah bisa leluasa melihat hal-hal unik sepanjang jalan. Sebenarnya pakai mobil juga leluasa sih tapi berhubung belum punya maka motor merah itu layak dapat sanjungan setinggi-tingginya :D
Lalu tidak berapa jauh dari warung soto, mata kami menangkap suatu tulisan biasa dengan makna sangat luar biasa (anehnya). Tulisannya "**** Parfum. "International Fragrance" (tanda bintang bukan untuk menyembunyikan nama toko namun karena lupa). Lalu si pacar membuka suara,
"International fragrance itu kayak apa ya?"
Karena saya tidak punya gambaran sama sekali maka saya pun menjawab seadanya.
"Mungkin semacam nama parfum non-alkohol yang pakai nama artis-artis luar itu, seperti J-lo, Britney, dan sebangsanya".
Setelah menjawab, kami pun...beli??? Salah! Kami ngakak!!!
Entah kenapa, frasa International Fragrance itu terasa sangat "kacau". Karena jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia maka kalimat itu akan bermakna "aroma internasional". Lalu seperti apa kah aroma internasional itu saudara-saudara??
Sebenarnya kita paham kok, aroma yang dimaksud adalah KW nya dari parfum-parfum mahal bin muahal seperti Hugo Boss, Bulgari, cK dll (walaupun tidak yakin apakah aromanya benar-benar Kw). Tapi kenapa pakai kata "international fragrance"? Kenapa tidak parfum KW saja seperti tas-tas yang sedang menggila itu??
Selain menimbulkan makna yang aneh di telinga, kata tersebut juga akan menimbulkan satu anak kata baru yang akan lebih ruwet lagi. Yaitu lawan katanya: "local fragrance". Bingung pasti mau mendeskripsikan aroma lokal seperti apa :P
Nah lho.. Kalau yang international pake nama J-lo atau Dior, kita mau pakai nama siapa? Ayu Ting-Ting?? Anang&Ashanty (keren juga sih bisa disingkat AA, tapi takutnya malah disangka baterai jenis baru, atau singkatan nama mantan ketua KPK). Sebenarnya ada kok parfum lokal yang sudah go international, seperti yang diproduksi Olla Ramlan (mereknya lupa), tapi tetap saja kan tidak bisa diberi embel-embel "local fragrance"?
Betul, kalau itu semua adalah salah satu cara menarik minat pembeli, karena katanya yang berbau kebarat-baratan itu diminati banyak orang. Namun, alangkah baiknya kita perhatikan juga tata bahasa yang digunakan. Mbok ya jangan dibikin ruwet gitu lho..