![]() |
| http://lifiavyou.files.wordpress.com/2011/08/guru21.jpg |
Tapi sepertinya Tuhan (juga) memberi kesempatan untuk menggunakan gelar tersebut dalam pekerjaan yang baru. Pekerjaannya? Ya tetap jadi guru. Tapi kali ini, saya harus mengingat kembali semua pelajaran tentang pengelolaan kelas, penyusunan perangkat pengajaran dan lain-lain. Karena kali ini saya akan mengajar di sebuah sekolah formal, bukan lagi di tempat les yang sedang dikelola. Apakah ini yang disebut mengajar sesungguhnya? Mengajar di sebuah sekolah formal? Mungkin. Karena sekarang, semua poin penting dalam mata kuliah perkembangan peserta didik akan terlihat realisasinya. Semua contoh kasus yang pernah diceritakan dosen akan ditemui dalam bentuk kejadian sehari-hari. Cemas? I do, a little bit. Bukannya tidak bersyukur, tapi sekolah tempat saya akan menjalani semua proses belajar mengajar sekarang ini bukan lah jenis sekolah yang mudah untuk dimasuki. Bukan dalam artian susah melamar ke sana, tapi situasi dan kondisinya tidak seperti yang umum kita temui. Setiap guru baru, yang akan menjajal kemampuannya untuk pertama kalinya pasti berharap siang dan malam mendapatkan sekolah yang favorit. Di mana anak-anaknya mudah diatur dan mudah mencerna pelajaran, sistem sekolah sudah OK sehingga tinggal ikut jalur, fasilitas lengkap dan berbagai kemudahan lainnya (ini menurut saya ya).
Unfortunately (atau fortunately ya?), saya mendapat tawaran mengajar di sebuah sekolah swasta berbasis agama tidak jauh dari rumah. I'm so grateful, I do. Karena saya dipercaya. Tapi setelah masuk sekolah selama dua hari, terbayang lah semua hal yang mesti dikejar, yang mesti dicapai, dengan fasilitas minim. Walaupun sekolah ini adalah sekolah swasta dan berdiri di bawah yayasan yang cukup besar namun keadaannya cukup memprihatinkan. Meski pernah melahirkan tokoh-tokoh agama dan politik terkenal (baik tingkat daerah maupun nasional) sekarang sekolah ini seperti kehilangan tenaga. Saking tua nya mungkin. Dan di situ lah saya akan berjibaku. Mengajar murid-murid pria ber peci dan murid wanita yang malu-malu.
Mungkin memang ini lah saatnya membuktikan kemampuan, di tempat yang benar-benar membutuhkan. Mempraktekkan segala ilmu, di tempat yang benar-benar kekurangan. Mungkin juga semua ini kedengaran lebay, tapi herannya bercampur dengan semangat, penasaran. Yeah, my weird side is difficult to get rid off :)
Mungkin memang ini lah saatnya membuktikan kemampuan, di tempat yang benar-benar membutuhkan. Mempraktekkan segala ilmu, di tempat yang benar-benar kekurangan. Mungkin juga semua ini kedengaran lebay, tapi herannya bercampur dengan semangat, penasaran. Yeah, my weird side is difficult to get rid off :)

waaaahhhh... akhirnya jd guru jg temanku yg satu ne... slamat ya....!!!
ReplyDelete